Actually, gw kepikiran nulis ini setelah mengamati kejadian dan percakapan tentang facebook antara beberapa orang pada hari ini. Ada positif dan negatifnya. Sebagai sebuah situs jejaring sosial masyarakat dunia yang sedang booming saat ini, facebook telah membantu berjuta-juta manusia untuk bertemu kembali dengan orang-orang yang mereka kasihi. Baik itu teman lama sejak dari SD, SMP, SMA dan Kuliah, mantan pacar, pacar dan gebetan ataupun idola, hingga rekan kerja/teman-teman yang sebenarnya dalam keseharian juga selalu dijumpai. Baik untuk sekedar sapaan basa basi, saling puji, komentar-komentar yang bila dibaca berurutan sudah seperti percakapan beberapa orang, hingga saling tuding ataupun pertengkaran dan iklan.
Ketika Indonesia memasuki masa kampanye legislatif dan presiden pada tahun inipun, facebook juga dijadikan sasaran untuk memasarkan diri kepada masyarakat. Entah dari mana awal mulanya, yang pasti ketika presiden Amerikas Serikat terpilih, Barrack Obama, memutuskan untuk menggunakan facebook sebagai media kampanye politik dan menggalang suara, seketika itu pula gaung facebook menjadi semakin kuat dari sebelumnya. Bahkan bukan hanya anak muda saja yang tergila-gila dengan kemilau dan kelincahan facebook. Para orang tua pun seperti menjadi korban massal facebook. Dengan adanya aplikasi facebook untuk ponsel seperti blackberry, iphone ataupun nokia, hampir dipastikan setiap ada waktu luang maka facebook akan jalan terus.
Sebenarnya apa yang mereka cari dari facebook? Atau pertanyaan tepatnya kepuasan apa yang diperoleh dengan mengutak-atik facebook?
Saya sendiri adalah konsumen facebook yang dalam sehari minimal membuka dan berinteraksi dengan banyak orang melalui facebook lebih dari satu kali. Sangat menyenangkan tentunya ‘bertemu’ dan mengetahui aktivitas pacar dari dinding facebooknya. Walaupun jarak kami cukup jauh, namun itu semua seperti tidak terasa saja. Belum lagi bertemu teman lama, ngobrol dan memberi komentar foto teman sekantor. Sunggung mengasyikkan. Saking terlenanya, saya sampai melupakan blog pribadi yang sudah berbulan-bulan belum di up date.
Tapi belakangan ini, facebook terasa sedikit menyebalkan bagi saya. Karena banyak sekali orang-orang narsis yang menulis komentar panjang dan komentar pendek yang sifatnya personal (seperti sengaja menarik perhatian) pada komentar statusnya. Ga penting banget. Belum lagi mereka yang sangat hobi mengupload foto-foto yang berkategori sangat personal untuk dijadikan sebagai konsumsi publik. Foto-foto honeymoon misalnya. Tidak perlulah menginformasikan aktivitas “kamar” anda kepada orang lain. Toh itu sangat manusiawi dialami dan dilakukan oleh semua orang. Anda tidak perlu merasa hebat telah melakukan hal-hal yang anda tunjukkan melalui foto di facebook. Tidak usah pamer intinya. Karena menjemukan sekali melihatnya.
Tidak heran kenapa MUI sampai pada akhirnya mengeluarkan fatwa haram atas penggunaan situs ini. Karena melihat sudah sangat banyak kasus-kasus khusus yang disebabkan oleh kelalaian manusia dalam menggunakan manfaat yang diberikan facebook. Sebagai ulama, tentu beliau-beliau itu tidak ingin membiarkan kemerosotan terus berlangsung tanpa ada action apapun.
Tapi jangan pula menganggap fatwa ini menjadi sebuah antiklimaks dalam menggunakan sebuah situs seperti facebook (Karena banyak sekali situs yang fungsinya sama seperti facebook). Selama penggunaan facebook adalah untuk kepentingan silaturahmi dan kebaikan bersama, tidak ada salahnya memanfaatkan kelebihan fasilitas yang diberikan facebook kepada penggunanya. Tapi jika sudah melenceng untuk hal-hal yang tidak baik seperti, bergunjing, pertengkaran terbuka, menjelek-jelekkan orang lain, menunjukkan dan memberikan informasi tertulis maupun foto yang bisa menimbulkan fitnah dari banyak orang hingga menimbulkan kehancuran dan perceraian, maka pantaslah kiranya kita dengan bijak menghentikan penggunaannya. Bukankah perdamaian dan kebaikan itu selalu lebih baik dari pada perseteruan yang menghabiskan banyak waktu, pikiran dan tenaga?

