Selasa, 23 September 2008

Mobil seperti menginginkan untuk melaju lebih kencang dari biasanya pada pagi itu. Walaupun jalanan cukup ramai oleh kendaraan, tapi sedan honda civic keluaran terbaru berwarna hitam solid yang dikemudikan oleh wanita muda tersebut tetap saja menyalip bagaikan seorang pembalap profesional. Entah angin apa yang membuat Lila seperti kesetanan menjalankan mobilnya.
Dalam hati sebenarnya ia sedang menduga-duga sendiri, "pasti nanti di kantor ada saja yang berkomentar tentang aksinya pagi ini". Lila memang sudah sangat hafal dengan pola pergaulan dan adat yang membudaya di kantornya. Mulai dari gosip, gunjingan rekan sekerja hingga memberi komentar yang sebenarnya tidak perlu dan "ga penting banget" (begitu Lila mengistilahkan) harus dilaluinya setiap hari. Ada yang terang-terangan dan tak sedikit yang melakukan secara sembunyi2. Korbannya bervariasi, hari ini bisa saja si Tina, besoknya si Shinta, seminggu kemudian si Luki. Semua pasti dapat jatah "bad day", tak terkecuali Lila.

"Sometimes i drive soo fast, just to feel the danger.......... its make me feel alive." Sepotong lagu Avril Lavinge menemani gadis di belakang stir mobil. Setelah melalui empat lampu lalu lintas yang ternyata sedang merah, akhirnya Lila sampai di basement parkir Cipta Building. "Parkir yang mulus", ujarnya mengomentari diri sendiri.

"Ting"...... Pintu lift terbuka bersamaan dengan masuknya seorang pria, menyusul dibelakangnya dua orang wanita yang berjalan seperti orang takut ketinggalan bis di halte. "Ga punya etika banget sih, main nyelonong aja" umpat Lila dari dalam hati karena kesal telah dipotong mereka ketika hendak masuk ke dalam lift. Di dalam lift Lila masih sempat sejenak mengamati penampilannya pagi itu. Rapi dan elegan seperti biasanya. Bukan karena ingin tampil sebagai seorang wanita karir yang cukup meyakinkan, tetapi memang seperti itulah peraturan yang diterapkan di kantor. Setiap hari telah ditentukan seragam apa yang harus dikenakan oleh para karyawan. Mulai dari cleaning service, office boy atawa pesuruh kantor, hingga para pejabat yang selalu bersikap bossy.

Tidak ada komentar: