Rasa-rasanya hati ini ingin berontak karena terlalu tertekan dengan "ujian" yang sedang berlangsung saat ini. Harus berapa lama lagi dinding benteng kesabaran yang semakin hari semakin keropos dan rapuh terkikis asa yang tak kunjung berujung, menanti sebuah akhir yang happy ending.
Dunia beserta aktornya seperti sedang bersekongkol untuk menguji sampai sejauh mana kedewasaanku mampu bertahan menunjukkan kelasnya sebelum akhirnya dapat naik kelas atau malah turun kelas. Walaupun sepertinya lambat laun aku semakin tak dapat menemukan dimana letak kedewasaanku ketika sedang terombang ambing menghadapi manusia-manusia yang maunya hanya menang sendiri tanpa memikirkan dengan lebih seksama.
Sebuah bayangan mengingatkan ku agar jangan terlalu larut dengan kegalauanku. Kisahnya seperti menggelitikku bahwa aku bukanlah satu-satu nya orang yang kesulitan mengaktualisasikan diri dan masa depan nya. Ada berjuta-juta manusia yang saat ini juga sedang berjuang dengan versinya masing-masing.
Bukan salah mereka berada dalam posisi seperti itu. Mereka dihadapkan pada situasi yang tidak memperbolehkannya untuk memilih apa yang disenangi. Akan tetapi tidak memilih pun sesungguhnya sudah merupakan sebuah pilihan. Mengapa harus meratap dan meraung seperti orang yang tak punya iman?
Cape. Aku lelah. Aku sungguh tak berdaya untuk menjalaninya lagi. Tuhanku , kumohon kembalikanlah semangat yang dulu selalu kau bekalkan kepadaku. Karena jasad tanpa spirit sama saja seperti orang mati yang sudah tak bisa berinteraksi dengan sekitarnya.........
Dunia beserta aktornya seperti sedang bersekongkol untuk menguji sampai sejauh mana kedewasaanku mampu bertahan menunjukkan kelasnya sebelum akhirnya dapat naik kelas atau malah turun kelas. Walaupun sepertinya lambat laun aku semakin tak dapat menemukan dimana letak kedewasaanku ketika sedang terombang ambing menghadapi manusia-manusia yang maunya hanya menang sendiri tanpa memikirkan dengan lebih seksama.
Sebuah bayangan mengingatkan ku agar jangan terlalu larut dengan kegalauanku. Kisahnya seperti menggelitikku bahwa aku bukanlah satu-satu nya orang yang kesulitan mengaktualisasikan diri dan masa depan nya. Ada berjuta-juta manusia yang saat ini juga sedang berjuang dengan versinya masing-masing.
Bukan salah mereka berada dalam posisi seperti itu. Mereka dihadapkan pada situasi yang tidak memperbolehkannya untuk memilih apa yang disenangi. Akan tetapi tidak memilih pun sesungguhnya sudah merupakan sebuah pilihan. Mengapa harus meratap dan meraung seperti orang yang tak punya iman?
Cape. Aku lelah. Aku sungguh tak berdaya untuk menjalaninya lagi. Tuhanku , kumohon kembalikanlah semangat yang dulu selalu kau bekalkan kepadaku. Karena jasad tanpa spirit sama saja seperti orang mati yang sudah tak bisa berinteraksi dengan sekitarnya.........


Tidak ada komentar:
Posting Komentar