Rabu, 03 September 2008

AKU DAN BELAHAN JIWA KU

Sepertinya semenjak bersama dengan nya (yang ku yakini sebagai belahan jiwa ku), hampir 24 jam dikurangi waktu tidur malam, semua hal tentangnya selalu berkelebat di otak dan pikiran ku. Bahkan parahnya, mungkin setengah s/d 3/4 hati ku telah di ambil nya. Sisanya baru aku bagi-bagi untuk diriku, orang tuaku, keluargaku, lingkunganku, pekerjaanku, teman-temanku, dan hal lainnya. Walaupun aku masih sangat rasional menjalankan hidupku, tapi sebagai manusia biasa kadang aku merasa tak berdaya menjalani keadaan ini. Adakah belahan jiwaku merasakan hal yang sama seperti yang ku rasakan?

Entah seperti apa wajahnya saat ini, aku tak tahu pasti. Beberapa masa yang lalu, hati ku selalu menjadi tentram setiap kali bisa memandang wajahnya dari jarak yang cukup dekat untuk lebih bisa memperhatikan setiap senti dari detil wajahnya. Fiuhhhh......... waktu terasa berjalan sangat lamban di sini, seperti film jadul yang diputar dengan slow motion. Terasa kurang enak di tonton. Semua serba hitam putih. Flat.

Tidak ada komentar: