Rabu, 20 Agustus 2008
Heran jilid 2
Untuk kesekian kalinya gw bener2 ga bisa terima dan sangat heran kenapa sampai dengan saat ini, gaji gw yang cuma seiprit masih harus dipotong untuk uang arisan bulanan ibu2 dw di kantor. Bener2 ga ada manfaatnya buat gw. Setiap bulan harus kehilangan 40ribu perak, dan sampai dengan hari ini gw ga bisa menelusuri kemana perginya tuh duit. Emangnya gw yayasan sosial? Udah lebih setahun, nama gw ga pernah keluar pada lot arisan. Atau emang ga di buat? Ayolah, uang sebegitu banyak kan lumayan untuk beli lipstick or pulsa. Berhentilah menzalimi gadis yang sedang bersedih ini. Jangan merampok ku lagi......!!! It's a crime!
Selasa, 19 Agustus 2008
Ternyata cuma segitu....
Saya seperti sedang tidak sadar bahwa dua hari yang lalu adalah tepat 63 tahun bangsa ini menyatakan kemerdekaannya dari penjajahan. Setelah selama lebih dari 3,5 abad di perbudak oleh Belanda dan Jepang. Sungguh pembodohan yang terjadi sangat-sangat lama dan sulit untuk dimaafkan seharusnya. Kalau boleh sedikit mengumpat pada sejarah, seharusnya keadaan tersebut tidak dibiarkan menjadi berlarut-larut, jika saja rasa patriotisme dan kepahlawanan dalam diri setiap anak bangsa ini benar-benar lebih besar dibanding sikap permisif terhadap pengaruh dari pihak luar.
Disadari atau tidak, efek dari penjajahan dan pembodohan yang telah berabad-abad kita tinggalkan masih sangat berpengaruh hingga saat ini. Bilamana rasa sungkan, malu, dan kurang sejajar dengan orang lain menjadi lebih berperan dalam pengambilan keputusan dan bertindak ketimbang jalan berfikir yang rasional, sesungguhnya dalam hal ini anda masih menjadi bagian dari rantai panjang yang masih belum diketahui di mana ujungnya.
Lalu bagaimana mungkin memaknai 63 tahun kemerdekaan adalah sesuatu yang maha dahsyat dan luar biasa, jika kita sebagai anak bangsa masih saja dipusingkan dengan urusan masing-masing hingga menjadi sungkan untuk memulai bekerja sama satu dengan lainnya tanpa hanya memperhitungkan untung dan rugi nya.
Saya teringat ketika pada suatu malam sebelum hari kemerdekaan, saya sedang dalam perjalanan di jalan komplek menuju rumah. Dari dalam mobil dikejauhan saya melihat adegan seorang anak perempuan berumur sekitar 12 tahun tiba-tiba terjatuh dari motor yang sedang dikendarainya karena hilang keseimbangan. Terkejut dan mengkhawatirkan anak tersebut serta ingin menolong tapi tidak bisa karena jarak yang tidak terlalu dekat, membuat saya menjadi iba kepadanya. Dengan susah payah akhirnya motor berhasil di tegakkannya kembali. Ada sedikit penyesalan tidak bisa membantu gadis kecil tersebut. Karena saya dahulu juga pernah mengalami hal serupa ketika sedang mengendarai motor semasa kuliah. Bedanya postur tubuh saya lebih besar dari dia. Sejurus kemudian, betapa terkejutnya saya ketika mencapai lokasi kejadian ternyata terdapat segerombolan anak muda yang sedang kongkow di pinggir jalan dan cuek saja ketika melihat peristiwa tadi. Bukan nya membantu, tapi mereka hanya melihat dengan tatapan geli dan hampir tertawa menyaksikan kejadian tersebut.
Mau jadi apa mereka jika respon terhadap hal kecil yang memerlukan sedikit empati dan jiwa kepahlawanan saja mereka tidak sanggup menunjukkan. Apakah memang itu gambaran yang sedang berlangsung di tanah tercinta ini saat ini?
Tapi sepertinya makna kemerdekaan saat ini hanya menjadi suatu ritual upacara dan bermacam-macam lomba hiburan belaka. Apakah pernah ada doa dan harapan tulus yang secara spontan hadir ketika mengingat sebuah tanggal 17 di bulan Agustus? Atau hanya berupa pagelaran atau konser belaka?
Disadari atau tidak, efek dari penjajahan dan pembodohan yang telah berabad-abad kita tinggalkan masih sangat berpengaruh hingga saat ini. Bilamana rasa sungkan, malu, dan kurang sejajar dengan orang lain menjadi lebih berperan dalam pengambilan keputusan dan bertindak ketimbang jalan berfikir yang rasional, sesungguhnya dalam hal ini anda masih menjadi bagian dari rantai panjang yang masih belum diketahui di mana ujungnya.
Lalu bagaimana mungkin memaknai 63 tahun kemerdekaan adalah sesuatu yang maha dahsyat dan luar biasa, jika kita sebagai anak bangsa masih saja dipusingkan dengan urusan masing-masing hingga menjadi sungkan untuk memulai bekerja sama satu dengan lainnya tanpa hanya memperhitungkan untung dan rugi nya.
Saya teringat ketika pada suatu malam sebelum hari kemerdekaan, saya sedang dalam perjalanan di jalan komplek menuju rumah. Dari dalam mobil dikejauhan saya melihat adegan seorang anak perempuan berumur sekitar 12 tahun tiba-tiba terjatuh dari motor yang sedang dikendarainya karena hilang keseimbangan. Terkejut dan mengkhawatirkan anak tersebut serta ingin menolong tapi tidak bisa karena jarak yang tidak terlalu dekat, membuat saya menjadi iba kepadanya. Dengan susah payah akhirnya motor berhasil di tegakkannya kembali. Ada sedikit penyesalan tidak bisa membantu gadis kecil tersebut. Karena saya dahulu juga pernah mengalami hal serupa ketika sedang mengendarai motor semasa kuliah. Bedanya postur tubuh saya lebih besar dari dia. Sejurus kemudian, betapa terkejutnya saya ketika mencapai lokasi kejadian ternyata terdapat segerombolan anak muda yang sedang kongkow di pinggir jalan dan cuek saja ketika melihat peristiwa tadi. Bukan nya membantu, tapi mereka hanya melihat dengan tatapan geli dan hampir tertawa menyaksikan kejadian tersebut.
Mau jadi apa mereka jika respon terhadap hal kecil yang memerlukan sedikit empati dan jiwa kepahlawanan saja mereka tidak sanggup menunjukkan. Apakah memang itu gambaran yang sedang berlangsung di tanah tercinta ini saat ini?
Tapi sepertinya makna kemerdekaan saat ini hanya menjadi suatu ritual upacara dan bermacam-macam lomba hiburan belaka. Apakah pernah ada doa dan harapan tulus yang secara spontan hadir ketika mengingat sebuah tanggal 17 di bulan Agustus? Atau hanya berupa pagelaran atau konser belaka?
Minggu, 10 Agustus 2008
Shining afternoon...........
Hai....hai......... I'm back. Akhirnya flash gw jalan lagi. Oiya, mumpung lagi inget, kepada para blogger yang suka dengan parfum branded and original, silakan order via lisa_kumala@yahoo.com. Merk apapun akan gw cariian. Kualitas dijamin (barang kembali), Harga bersaing (cheaper than sogo d). Tapi keasliannya sama layau.... Kalo OK nanti gw sediakan dalam 2 hari khusus Kota Padang. Luar Kota Padang menyesuaikan jarak tempuh. Uang silahkan di transfer ke rekening Bank Mega a/n Lisa Kumala no. rek : 01-074-00-20-03692-7.
Setengah perjalanan training gw sudah terlaksana dengan sukses. Sepertinya anak-anak pada semangat bener beberapa hari tersebut. Semua terlihat pengen unjuk diri kalo "ini loh gw, bisa ngasih pendapat dan opini yang ok punya" atau "hei, lo liatkan kalo omongan gw itu berdasar lagi. Jadi , jangan anggap enteng".
Hahahaha.......... gw malah berubah jadi pengamat waktu itu. Mungkin seterusnya juga. Banyak hal yang menjadi pertimbangan, pertama, gw sama sekali belum pernah bersentuhan langsung dengan bidang ini. Jadi ga mau sok tau. Kedua, penjelasan dari pembicara cukup bisa gw mengerti point2 nya. Kalaupun ada yang membingungkan biasanya sebelum gw mau nanya udah ada yang lebih duluan bertanya. Ketiga, analisa gw walaupun gw keep for my self, connect dengan apa yang disampaikan pembicara. Keempat, kalaupun gw terkesan pasif, bukan berarti gw ga mengerti, tapi emang kurang suka berdebat. Agak sedikit bad tempered gitu.
Sekarang gw kasi tau beberapa kelemahan anak2 yang seharusnya masih bisa diperbaiki. Satu, ada yang sok2an paling jago dari temen2nya. Kalo ada yang ngasih pendapat, doi pasti berargumen buat ngejegal orang itu. Kedua, dari performa seperti mau ngajak saingan. Padahal ini sama rekan satu bank. Ga perlu lah gagah2an. La wong gajinya aja sama. Cuma ditambah tunjangan luar daerah aja. Niru phylosophy of Bambu nape. Kaya udah mau selamanya aja di posisi yang sekarang. Bro, jangan suka pasang style terlalu tinggi. Nanti kalo jatoh, lo bisa remuk. Just go with the flow. TApi sepertinya kecenderungan ini juga berlaku sama beberapa anak dalam daerah. Aneh! Kayak dia aja yang hebat sendiri. Padahal belum seberapa. Hueeek......
Ketiga, bergaul yang bener dong! jangan cuma sama roommates aja or cabang kamu aja. Hargai semua orang itu dengan nilai yang sama. Coz we are equal.
Tulisan ini gw bikin bukan berarti gw iri dengki ato apalah namanya. Tapi seperti inilah gambaran kenyataan yang terjadi 5 hari terakhir. Gw hanya selalu berusaha menghadapi segala situasi dengan dewasa. Yang menyakitkan sekalipun. Bukankah dewasa itu adalah pilihan? Dan gw sudah memilih untuk menjadi seseorang yang wise dalam bertindak, bersikap, berpikir dan berbicara. Dan sebagai manusia tentu gw punya banyak kekurangan. Itu pasti. Tapi yang prinsipal banget buat gw, jangan menyinggung orang lain karena gw juga paling ga suka disinggung. Hahahaha..........
18.06 wib (padang)
Sekarang gw udah check in lagi di hotel. Kamar masih kosong, pada blom dateng. Tadi jam 2 gw udah droping tas n laptop abis nganter nyokap kuliah. Pertimbangannya karena gw akan pergi pake angkot, berisiko kalo bawa laptop di angkutan umum. Lagi pula bawa-bawa barang yang banyak ngga gaya banget! Nulis sambil beberapa kali ditelpon my fiance, bener2 situasi yang dapat membangkitkan mood baik. Hehehehe...............
Tingtong (bell is ringing)
Artinya intan udah dateng. Tadi sms mo ke hotel nanyain gw udah dikamar ato belum. Semoga frestea green kotak yang gw titip jadi dibeliin.
1 setengah jam kemudian.....
Maghrib is coming....
Shalat dulu.... Trus mandi.
Setengah perjalanan training gw sudah terlaksana dengan sukses. Sepertinya anak-anak pada semangat bener beberapa hari tersebut. Semua terlihat pengen unjuk diri kalo "ini loh gw, bisa ngasih pendapat dan opini yang ok punya" atau "hei, lo liatkan kalo omongan gw itu berdasar lagi. Jadi , jangan anggap enteng".
Hahahaha.......... gw malah berubah jadi pengamat waktu itu. Mungkin seterusnya juga. Banyak hal yang menjadi pertimbangan, pertama, gw sama sekali belum pernah bersentuhan langsung dengan bidang ini. Jadi ga mau sok tau. Kedua, penjelasan dari pembicara cukup bisa gw mengerti point2 nya. Kalaupun ada yang membingungkan biasanya sebelum gw mau nanya udah ada yang lebih duluan bertanya. Ketiga, analisa gw walaupun gw keep for my self, connect dengan apa yang disampaikan pembicara. Keempat, kalaupun gw terkesan pasif, bukan berarti gw ga mengerti, tapi emang kurang suka berdebat. Agak sedikit bad tempered gitu.
Sekarang gw kasi tau beberapa kelemahan anak2 yang seharusnya masih bisa diperbaiki. Satu, ada yang sok2an paling jago dari temen2nya. Kalo ada yang ngasih pendapat, doi pasti berargumen buat ngejegal orang itu. Kedua, dari performa seperti mau ngajak saingan. Padahal ini sama rekan satu bank. Ga perlu lah gagah2an. La wong gajinya aja sama. Cuma ditambah tunjangan luar daerah aja. Niru phylosophy of Bambu nape. Kaya udah mau selamanya aja di posisi yang sekarang. Bro, jangan suka pasang style terlalu tinggi. Nanti kalo jatoh, lo bisa remuk. Just go with the flow. TApi sepertinya kecenderungan ini juga berlaku sama beberapa anak dalam daerah. Aneh! Kayak dia aja yang hebat sendiri. Padahal belum seberapa. Hueeek......
Ketiga, bergaul yang bener dong! jangan cuma sama roommates aja or cabang kamu aja. Hargai semua orang itu dengan nilai yang sama. Coz we are equal.
Tulisan ini gw bikin bukan berarti gw iri dengki ato apalah namanya. Tapi seperti inilah gambaran kenyataan yang terjadi 5 hari terakhir. Gw hanya selalu berusaha menghadapi segala situasi dengan dewasa. Yang menyakitkan sekalipun. Bukankah dewasa itu adalah pilihan? Dan gw sudah memilih untuk menjadi seseorang yang wise dalam bertindak, bersikap, berpikir dan berbicara. Dan sebagai manusia tentu gw punya banyak kekurangan. Itu pasti. Tapi yang prinsipal banget buat gw, jangan menyinggung orang lain karena gw juga paling ga suka disinggung. Hahahaha..........
18.06 wib (padang)
Sekarang gw udah check in lagi di hotel. Kamar masih kosong, pada blom dateng. Tadi jam 2 gw udah droping tas n laptop abis nganter nyokap kuliah. Pertimbangannya karena gw akan pergi pake angkot, berisiko kalo bawa laptop di angkutan umum. Lagi pula bawa-bawa barang yang banyak ngga gaya banget! Nulis sambil beberapa kali ditelpon my fiance, bener2 situasi yang dapat membangkitkan mood baik. Hehehehe...............
Tingtong (bell is ringing)
Artinya intan udah dateng. Tadi sms mo ke hotel nanyain gw udah dikamar ato belum. Semoga frestea green kotak yang gw titip jadi dibeliin.
1 setengah jam kemudian.....
Maghrib is coming....
Shalat dulu.... Trus mandi.
Senin, 04 Agustus 2008
HHHmmmm........... Exciting day (i think). Bangun jam 5 trus antri subuh n mandi juga. Buru-buru make up sebelum sarapan bareng anak2 di bawah. Walaupun menunya standar banget, tapi its ok lah. For the begining.
Jam 1/2 8 teng udah diruangan, duduk sambil ngobrol kiri kanan menghabiskan waktu sebelum datang para pejabat. After penjelasan dan sambutan yang panjang lebar, akhirnya sesi pertama pada kelas itu dimulai juga. GA MENYANGKA aja gw bakal jadi tertarik banget mendengar penjelasan demi penjelasan yang disampaikan Mr. Harry S. Jadilah topik yang seharusnya membosankan jadi berubah mengasikkan. Ga percaya? Gw aja sampe lupa waktu. Time goes soo fast I thought.
Jam makan yang mepet banget sama waktu zuhur. Waktu break buat ashar cuma 15 menit. Belum lagi selama kelas berlangsung AC nya dingin banget n bikin susah kompromi sama HIV (hasrat ingin vivis). Hahaha...............
Jam stgh enam teng kelar, dilanjutin bagi kelompok, n bubar. Gw ngacir sebentar ke ezy buat balikin DVD. JAm 6 nyampe lagi ke pangeran. Gerah, mandi, maghrib, ngerjain tugas, makan malam, lanjutin bikin tugas kelompok di hall. Terima titipan parfum dagangan dari bokap buat dijual besok. Sekarang disinilah gw lagi nulis. Sebelumnya nlp aa dulu, lumayan lama. Ngobrol sambil curhat.
Sendirian di kamar ga berlangsung cukup lama kok. Coz laila n intan (my roommate) is already home. Blabla sebentar, trus tenggelam lagi disini.
Udah jam 22:10. Belum isya, jadi udahan dulu aja. Ga baik melalaikan shalat. Buat bos n kerjaan aja rela melakukan yang terbaik, masa mengucap syukur sama yang Esa ogah2an.
PS: Menu nya ga ok. Apalagi makan malam barusan. Seperti makan lauk di warteg. Ga berasa banget bumbunya. Cuma beda penyajiannya aja.
Jam 1/2 8 teng udah diruangan, duduk sambil ngobrol kiri kanan menghabiskan waktu sebelum datang para pejabat. After penjelasan dan sambutan yang panjang lebar, akhirnya sesi pertama pada kelas itu dimulai juga. GA MENYANGKA aja gw bakal jadi tertarik banget mendengar penjelasan demi penjelasan yang disampaikan Mr. Harry S. Jadilah topik yang seharusnya membosankan jadi berubah mengasikkan. Ga percaya? Gw aja sampe lupa waktu. Time goes soo fast I thought.
Jam makan yang mepet banget sama waktu zuhur. Waktu break buat ashar cuma 15 menit. Belum lagi selama kelas berlangsung AC nya dingin banget n bikin susah kompromi sama HIV (hasrat ingin vivis). Hahaha...............
Jam stgh enam teng kelar, dilanjutin bagi kelompok, n bubar. Gw ngacir sebentar ke ezy buat balikin DVD. JAm 6 nyampe lagi ke pangeran. Gerah, mandi, maghrib, ngerjain tugas, makan malam, lanjutin bikin tugas kelompok di hall. Terima titipan parfum dagangan dari bokap buat dijual besok. Sekarang disinilah gw lagi nulis. Sebelumnya nlp aa dulu, lumayan lama. Ngobrol sambil curhat.
Sendirian di kamar ga berlangsung cukup lama kok. Coz laila n intan (my roommate) is already home. Blabla sebentar, trus tenggelam lagi disini.
Udah jam 22:10. Belum isya, jadi udahan dulu aja. Ga baik melalaikan shalat. Buat bos n kerjaan aja rela melakukan yang terbaik, masa mengucap syukur sama yang Esa ogah2an.
PS: Menu nya ga ok. Apalagi makan malam barusan. Seperti makan lauk di warteg. Ga berasa banget bumbunya. Cuma beda penyajiannya aja.
Minggu, 03 Agustus 2008
Seminggu yang melelahkan, dan akan semakin melelahkan sepertinya.
It's not the same situation at all. Hari - hari yang menyenangkan sekaligus menyedihkan dan akan melelahkan. Kenapa? This is the reason :
1. Menyenangkan, karena : ada tanggal merah yang berarti ada libur tambahan. Dua hari kerja 1 hari libur, dan dua hari kerja satu hari libur. Yang artinya ada 3 hari libur dalam minggu ini kalo digabungin sama sabtu n minggu.
2. Menyedihkan, karena : harus kehilangan 1 temen yang udah klop banget. Rasanya nelangsa ditinggal seseorang selamanya. GW, nyunyun, n si om jd berasa kehilangan yang teramat sangat. (Ijonk juga). Walaupun udah farewell pas rabunya di redbean, n foto2 di pizzahut, tapi itu ga bisa ngeganjel d kayaknya.
3. Melelahkan, karena : harus masuk karantina. Huaaaa.................. Somebody, please help me!!!!
Sekamar bertiga, masuk sama seperti jam kerja, selesai nya ga jelas. Udah gitu ada test akhir nya lagi. SELAMA 11 HARI akan seperti ini. Harus berakrab2 ria d sama hotel ini. SEMANGAT. CHAYO.....................
huah................ ngantuk. mo bobo dulu. Besok harus bangun pagi soalnya.
1. Menyenangkan, karena : ada tanggal merah yang berarti ada libur tambahan. Dua hari kerja 1 hari libur, dan dua hari kerja satu hari libur. Yang artinya ada 3 hari libur dalam minggu ini kalo digabungin sama sabtu n minggu.
2. Menyedihkan, karena : harus kehilangan 1 temen yang udah klop banget. Rasanya nelangsa ditinggal seseorang selamanya. GW, nyunyun, n si om jd berasa kehilangan yang teramat sangat. (Ijonk juga). Walaupun udah farewell pas rabunya di redbean, n foto2 di pizzahut, tapi itu ga bisa ngeganjel d kayaknya.
3. Melelahkan, karena : harus masuk karantina. Huaaaa.................. Somebody, please help me!!!!
Sekamar bertiga, masuk sama seperti jam kerja, selesai nya ga jelas. Udah gitu ada test akhir nya lagi. SELAMA 11 HARI akan seperti ini. Harus berakrab2 ria d sama hotel ini. SEMANGAT. CHAYO.....................
huah................ ngantuk. mo bobo dulu. Besok harus bangun pagi soalnya.
Langganan:
Postingan (Atom)

